Church Quote #1

Family = Church, Church = Family

The Lord’s church has existed before church organization existed

The Lord’s church has fully and completely functioned since the beginning, long before church organization existed

~ Feri Lingga ~


The Lord’s church is us, HIS people.

The Lord’s church is each individual, it’s everyone of us.

The Lord’s church is every unit of family. It’s my family, it’s your family. Within our own family, we represent a complete and fully-function church.

And as the Lord’s church, consequently, every family has to fulfill their responsibilities before HIM: evangelism & discipleship, as we know them as the Great Commission.

So,

Do not “outsource” those responsibilities to a church organization

Your family, as the Lord’s church, is the one who ought to do it

Every task that a church organization can and should do, THEY CAN BE DONE AND SHOULD BE DONE BY YOU AND YOUR FAMILY

Teologi Patmos

I. Pendahuluan

Patmos adalah pulau kecil dari kepulauan Dodekanese, terletak sekitar 55 km baratdaya dari tepi pantai Asia kecil, dengan panjang kurang lebih 12 km dan lebar 7 km serta sangat tandus. Dari kota Efesus, Rasul Yohanes dibuang ke Patmos selama beberapa waktu pada sekitar tahun 95 M.dan disitu ditulis kitab Wahyu (Wahyu 1:9). Tetapi karena sudut pandang dari kitab2 Rasul Yohanes lainnya sama dengan kitab Wahyu, seperti yang akan kita lihat nanti dalam tulisan ini, maka setidaknya dapat kita simpulkan bahwa Injil Yohanes dan ketiga suratnya ditulis dari perspektif Patmos.

Pembuangan ( Pengucilan ) yang dialami Rasul Yohanes disebabkan oleh karena firman Elohim, dan bukan karena kesalahan Yohanes. Pengucilan ini terjadi karena gereja2 di Asia Kecil, wilayah dimana Rasul Yohanes menjalankan pelayanannya, telah jatuh. Secara keseluruhan, Gereja2 yang telah jatuh ini tidak dapat menerima firman Elohim yg diberitakan oleh Rasul Yohanes, dan karenanya mereka mengucilkan dan membuang Rasul Yohanes ke pulau Patmos. Jadi, pengucilan yang dialami Rasul Yohanes adalah karena firman Elohim.

Pengucilan yang dialami Rasul Yohanes juga disebabkan adanya ajaran2 sesat yang terjadi didalam gereja pada waktu itu. Ajaran Gnostic menyatakan bahwa zat (materi) pada dasarnya jahat, dan karenanya keberadaan ilahi tidak dapat menyatu dengan tubuh jasmani manusia. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan antara manusia jasmani Yesus dengan Kristus yg bersifat ilahi, yang menurut ajaran ini, datang kepada Yesus pada saat baptisanNya namun kemudian pergi meninggalkanNya sebelum penyalibanNya.

Ajaran Gnostic juga percaya bahwa pemahaman mereka terhadap pengetahuan tersembunyi (gnosis) membuat mereka menjadi semacam golongan elite rohani, yang berada diatas hukum benar dan salah. Hal ini seringkali memimpin kepada perilaku yang tidak bertanggung jawab serta melanggar etika kristen.

Variasi lain dari ajaran ini disebut Docetism (dari istilah Yunani dokeo yang artinya nampaknya atau kelihatannya). Ajaran ini menyatakan bahwa Kristus hanya nampaknya saja memiliki tubuh manusia, tetapi sebenarnya tidak. Hasil dari semua pengajaran ini merupakan penolakan terhadap inkarnasi seperti yang ditegaskan dalam Yohanes 1:14, “Dan Firman itu sudah menjadi daging…”.

Jadi, pengucilan Rasul Yohanes terjadi karena gereja2 dimana Rasul Yohanes melayani (Asia kecil) telah jatuh, serta adanya ajaran2 sesat pada waktu itu. Dalam konteks seperti inilah Rasul Yohanes menulis injilnya, ketiga suratnya, dan juga pewahyuan yg diterimanya, yg dituliskannya dalam kitab Wahyu. Jika kita rindu memahami tulisan2 Rasul Yohanes, maka kita harus melihat semuanya dalam perspektif pengucilan ini. Kita akan meneliti semua tulisan2nya dengan sudut pandang pengucilan yang dialami Rasul Yohanes ini. Selanjutnya kita menyebut sudut pandang pengucilan ini dengan istilah perspektif Patmos. Tanpa perspektif Patmos, kita tidak dapat memahami dan menafsirkan tulisan2nya dengan tepat. Dan hasil2 dari penafsiran kita ini, disebut teologi Patmos. Mari kita mulai dengan injilnya.