Renungan Keluarga Setahun

Membangun keluarga merupakan kehendak Tuhan bagi manusia sejak semula. Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa, “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja”. Oleh karena itu, ketika Tuhan menjadikan penolong bagi Adam, sebenarnya Dia sedang membangun keluarga.

Tetapi, ketika manusia jatuh kedalam dosa, maka manusia tidak lagi membangun keluarga menurut rencana Tuhan semula. Keluarga menurut rencana Tuhan semula menjadi samar-samar dan sulit dipahami oleh manusia yang telah jatuh dalam dosa. Manusia telah menyimpang dari rencana Tuhan semula.

Tetapi, puji Tuhan! Kita sebagai gerejaNya, kembali diizinkan melihat rencana Tuhan semula tentang keluarga. Memang membangun keluarga seperti rencana Tuhan semula tidaklah mudah. Sesungguhnya, hanya Tuhanlah yang dapat membangun keluarga seperti yang direncanakanNya semula. Oleh anugerahNya, kita dimampukan utk bekerja sama denganNya dalam membangun keluarga.

Menyadari bahwa membangun keluarga bukanlah hal yg mudah, maka kami tergerak berbagi dengan saudara/i seiman mengenai topik-topik yang singkat tentang membangun keluarga. Karena itu, kami mempublikasikan renungan keluarga setahun dalam website ini.

Untuk mendapatkan hasil yg maksimal, kami sarankan agar tulisan ini sebaiknya dibaca secara cepat sekaligus sampai selesai. Kemudian dibaca satu topik setiap pagi untuk menjadi renungan di hari itu. Dengan cara seperti ini, kita mengizinkan firman Tuhan meresap kedalam hati kita. Semoga Tuhan memberkati renungan ini sehingga kita menjadi keluarga seperti yang direncanakanNya semula. Amin.

Renungan Keluarga Setahun selengkapnya dapat didownload di sini atau di sini.

 

Allah adalah Keluarga

Allah adalah Keluarga ( 1 )

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi…
~ Mazmur 8 : 2 ~

Nama-Nama Allah yang dinyatakan didalam Alkitab mengungkapkan dan mewahyukan siapakah Allah sebenarnya. Nama-Nama Allah ini sangat bermakna, bahkan pemazmur berkata, “betapa mulianya namaMu…”. Didalam Perjanjian Lama, ada tiga Nama Allah yang utama, yaitu Elohim ( Allah ), Yehovah ( TUHAN ), dan Adonai ( Tuhan ). Makna dari Nama Elohim adalah Pencipta yang Perkasa. Makna Nama Yehovah adalah Pribadi yang ada dengan sendirinya. Sedangkan makna Nama Adonai adalah Tuan dari seorang hamba. Selain tiga Nama Allah yang utama ini, ada puluhan Nama-Nama gabungan, sebagai contoh Yehovah Elohim ( Kejadian 2:4 ), Adonai Yehovah ( Kejadian 15:2 ), Adonai Elohim ( Daniel 9:3 ).
Didalam Perjanjian baru, ada tiga Nama utama yang digunakan yaitu Theos, Kurios, dan Pater. Nama Theos mempunyai makna yang sama dengan Nama Allah didalam PL, yaitu El, Elohim, dan Elyon. Nama Theos adalah Nama yang umum digunakan bagi Nama Allah. Nama Kurios yang berarti Penguasa Tunggal, dapat disamakan maknanya dengan Nama Adonai. Sedangkan Nama Pater berarti Bapa, dan Nama ini digunakan oleh Tuhan Yesus untuk mengungkapkan hubunganNya dengan Bapa di Sorga.

Pemahaman Allah yang adalah Keluarga terungkap melalui NamaNya. Seperti kita ketahui didalam suatu keluarga ada seorang bapa, ibu dan anak, maka melalui NamaNya juga terungkap Allah sebagai Bapa, sebagai Ibu, dan sebagai Anak. Allah sebagai Bapa dan Allah sebagai Anak, diperkenalkan oleh Yesus kepada para pemimpin agama Yahudi, yang tercatat terutama didalam Injil Yohanes. Bagi para pemimpin Yahudi, pernyataan Yesus yang menegaskan bahwa Allah adalah BapaNya, sama dengan menyatakan bahwa diriNya adalah juga Allah (Yoh. 10:33 ). Dan Yesus dengan tegas menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah. Jadi, baik Allah sebagai Bapa, maupun Allah sebagai Anak, telah dinyatakan oleh Yesus.

Sementara itu, Allah sebagai Ibu terungkap didalam Nama El Shaddai. Nama El Shaddai adalah Nama gabungan yang terdiri dari El, yang berarti Pencipta yang perkasa, dan Shaddai, yang berarti Maha Kuasa. Tetapi kata Shaddai dan kata Shad, walaupun dua kata yang berbeda namun bermakna sama yaitu buah dada ( seperti dalam Kej. 49:25, Ayub 3:12, dan Maz. 22:10 ). Jadi, El Shaddai adalah Allah yang Maha Kuasa yang menyediakan kebutuhan UmatNya, seperti seorang Ibu yang menyusui anaknya.
Didalam Kej. 1:2 ada tertulis, “…Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air”. Kata melayang-layang biasanya dipakai untuk melukiskan seekor burung yang sedang mengerami telur atau anak-anaknya yang masih kecil didalam sarangnya. Ini juga berbicara Allah sebagai ibu. Demikian juga dengan lahir dari Roh, suatu istilah yang muncul didalam PB, juga mengungkapkan Allah sebagai Ibu.

Jadi, Allah sebagai Bapa, Allah sebagai Ibu, maupun Allah sebagai Anak, terungkap melalui Nama-NamaNya. Dan Bapa, Ibu serta Anak, adalah suatu Keluarga.