Pemuridan Berbasis Keluarga

Amanat Agung bagi gereja menurut Matius 28 adalah PENGINJILAN (evangelism) dan PEMURIDAN (discipleship), dan artikel ini berkaitan dengan aspek yang kedua.

Family-based Discipleship

Ada banyak model pemuridan yang dipraktekkan oleh gereja Tuhan, beberapa di antaranya bisa dilihat pada gambar ilustrasi sederhana di atas. Empat model yang pertama umumnya dipakai di gereja-gereja yang berbasis organisasi. Di artikel ini, kita akan melihat model yang kelima, Pemuridan Berbasis Keluarga (Family-based Discipleship), di mana orang tua (terutama bapak) menjadi kuncinya sesuai yang diajarkan firman Tuhan kepada kita.

Keluaran - Efesus

Bisa kita lihat pada gambar di samping ini, ada satu pola yang konsisten mulai dari kitab Keluaran di Perjanjian Lama sampai ke surat Efesus di Perjanjian Baru, di mana orang tua harus mengajar, mendidik dan memuridkan anak-anaknya untuk mengenal Tuhan dan jalan-jalan Tuhan.  

 

 

Keluaran Ulangan Mazmur Amsal Efesus
·   Kel 10:1-2

·   Kel 12:24-27

·   Kel 13:8

·   Kel 13:14-16 

 

  

 

·   Ul 4:9-10

·   Ul 6:4-9

·   Ul 6:20-25

·   Ul 11:18-21

·   Ul 31:12-13

·   Ul 32:45-47

·   Mzm 139:2-6
        
·   Ams 6:20-22

 

 

·   Ams 22:6     

 

 

 

·   Ef 6:4
        

Dalam ayat-ayat di Keluaran dan Ulangan pada tabel di atas, kalimat yang sering muncul adalah “ajarkan/ceritakan kepada anak cucumu”. Versi bahasa Inggrisnya akan memberikan pemahaman yang lebih jelas → “to you, your son, and your son’s son (grandson)“. Coba kita visualisasikan sesuai yang tertulis itu:

Family-based Discipleship 1Jika kita visualisasikan apa yang sebenarnya Tuhan inginkan di kitab Keluaran dan Ulangan itu, maka seorang anak akan diajar/ dididik/ dimuridkan langsung oleh kedua orang tuanya (busur merah) dan didukung oleh semua kakek-neneknya (busur hijau). Maka menurut desainnya Tuhan, satu orang anak akan dimuridkan oleh 6 orang dewasa rohani, orang-orang yang mengenal dan melayani Tuhan. Wooowww…!!!

Itulah model pengajaran/ pemuridan yang didesain oleh Allah sendiri. But to be honest, apakah model seperti itu yang kita praktekkan sekarang ini? Sesuatu yang sangat jarang kita temukan, bahkan di keluarga-keluarga yang aktif dalam pelayanan! Yang kebanyakan dilakukan oleh keluarga-keluarga Kristen adalah menyerahkan pemuridan anak-anaknya kepada orang lain/ institusi lain.

Kita telah menyimpang jauh dari rencana Allah yang sempurna

Dalam artikel ini, dan juga secara keseluruhan di website ini, aspek-aspek berikut akan sering kita lihat, karena kami percaya inilah komponen-komponen penting dari model Pemuridan Berbasis Keluarga (family-based discipleship):

  • Orang tua (terutama bapak) memiliki dasar penafsiran/ pemahaman firman Tuhan yang kuat, dan “terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat” (1 Tim 4:6→ erat kaitannya dengan artikel Teologi dan materi Hermeneutika di page Teologi Biblika, dan sebagian besar materi yang ada di website ini
  • Biblical Parenting → seperti yang bisa kita baca di page Parenting, didefinisikan sebagai “Parenting toward Christ-likeness“, proses parenting yang tujuan akhirnya adalah keserupaan dengan Kristus
  • Hubungan pernikahan yang kuat (strong marriage) sebagai dasar keluarga → suami berfungsi sebagai imam/pemimpin yang mengasihi istri, istri sebagai penolong dan tunduk pada suami (Ef 5:22-33), suami-istri saling memuridkan (husband-wife discipleship)
  • Keluarga memuridkan keluarga (family-to-family discipleship) → memiliki jaringan yang saling membangun (networking), hidup berjemaat dalam pola komunitas (community-based lifestyle), kata “SALING” yang menjadi kuncinya di sini (saling mengajar, saling menegur, saling mengingatkan, saling menundukkan diri)

Berikut adalah beberapa hasil survey yang menghancurkan hati kita yang membacanya (sumber: GotQuestionBarna research, Cold-case Christianity)

  • less than 1 percent of the young adult population in the United States has a biblical worldview
  • less than one half of one percent of Christians between the ages of 18 and 23 has a biblical worldview
  • two studies conducted by both the Barna Group and USA Today, found that nearly 75 percent of Christian young people leave the church after high school → One of the key reasons they do so is intellectual skepticism. This is a result of our youth not being taught the Bible in their homes or in church. Statistics show that our kids today spend an average of 30 hours per week in public schools where they are being taught ideas that are diametrically opposed to biblical truths, e.g., evolution, the acceptance of homosexuality, etc. Then they come home to another 30 hours per week in front of a TV bombarded by lewd commercials and raunchy sitcoms or “connecting” with friends on Facebook, staying online for hours, chatting with one another, or playing games. Whereas the time spent weekly in the church Bible classroom is 45 minutes. It’s no wonder that our young people leave the home without a Christian worldview. Not only are they not being well-grounded in the faith, but they’re also not being taught to intelligently examine the views of the skeptics who will inevitably challenge their faith.
  • nearly three out of every five young Christians (59%) disconnect either permanently or for an extended period of time from church life after age 15
  • Data from the Southern Baptist Convention indicates that they are currently losing 70-88% of their youth after their freshman year in college. 70% of teenagers involved in church youth groups stop attending church within two years of their high school graduation.
  • Southern Baptist Council on Family Life report to Annual Meeting of the Southern Baptist Convention (2002) → 88% of the children in evangelical homes leave church at the age of 18
  • Barna study → A majority of twenty-somethings (61% of today’s young adults) had been churched at one point during their teen years but they are now spiritually disengaged.
  • Assemblies of God Study → At least half and possibly over two-thirds of Christian young people will step away from the Christian faith while attending a non-Christian college or university. Between 50% and 66.7% of Assemblies of God young 
people who attend a non-Christian public or private university will have left the faith 
four years after entering college
  • LifeWay Research Study → 70% will leave the faith in college. Only 35% eventually return. 7 in 10 Protestants ages 18 to 30 – both evangelical and mainline – who went to church regularly in high school said they quit attending by age 23. 34% of those said they had not returned, even sporadically, by age 30. That means about one in four Protestant young people have left the church.

Apa yang akan kita baca di artikel aslinya, maupun di buku atau website yang membahas hasil survey itu, adalah pentingnya peran keluarga dalam pembangunan iman seorang anak.

It’s time to rethink WHAT and HOW we disciple our children…

maybe it’s time to go back to God’s very own design…

FAMILY-BASED DISCIPLESHIP